Selamat Datang di KEDAI SEKOLAH DASAR , blog belajar untuk berbagi, jika berkenan tinggalkan pesan

nenek-nenek narcis

Kamis, 03 Desember 2009

MODEL PEMBELAJARAN DIRECT LEARNING

4. Pembelajaran Langsung ( Direct Learning)


Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. Sintaknya adalah menyiapkan siswa, sajian informasi dan prosedur, latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri, dan evaluasi. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi).
»»  READMORE...

MODEL PEMEBELAJARAN RME

3. Pembelajaran RME ( Realistic Mathematics Education)

Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization, yaitu
a. matematika horizontal (tools, fakta, konsep, prinsip, algoritma, aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan, proses dunia empirik) dan
b. matemayika vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio, pengemabngan mateastika).

Prinsip RME adalah
- aktivitas (doing) konstruksivis,
- realitas (kebermaknaan proses-aplikasi), 
- pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi, informal ke formal), i
- nter-twinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep), 
- interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial, sharing), dan
- bimbingan (dari guru dalam penemuan).

STOP STREEESSS

Baik .. Anda saya pecat !

Hari ini Ka Polri benar benar dibuat sibuk dan pusing karena banyak warga yang mau melapor, Trio Andi, ada Pak Hatta dan SBY Putra.
BHD             : Apa yang bisa saya bantu Pak Andi ?
Trio Andi       : Saya mau lapor Pak.. saya difitnah "ada main" dg Pak JK.
                       Bapak sendiri kan yau saya punya anak istri demikian pula JK.. emang kami guy ?
BHD             : Baik nati Pak Kusno  yang mberesin.
Kusno           : Siap Komandan!
Pak Hatta      :  Saya juga Pak BHD... say dituduh menerima dana dari Century.
BHD             :  Baik pak Hatta laporan saya terima dan serahkan saja pada Pak Kusno.. semua pasti beres.
Kusno           : Siap Komandan !
SBY Putra    : Benar Pak BHD,  saya juga mau lapor , saya dituduh punya skandal dengan Century... padahal
                       saya tidak pernah pergi berdua pak... saya selalu dikawal.Nih Saksinya.. (sambil menunjuk
                       para pengawal setianya)
BHD             :  Baik Gus, segera akan diselesaikan Pak Kusno
Pak Kusno    : Siap Komandan... tapi...
BHD             : Ada apa Pak Kusno? ( BHD terperanjat dg jawaban P Kusno )
Pak Kusno    : Saya sendiri mau lapor Pak..
BHD             : Baik Pak Kusno hari ini anda saya pecat.Karena saya tahu .. anda mau melapotkan saya kan ?
Trio Andi, Pak Hatta, SBY Putra : Hahhhhhh  huuuuuuuuuuuuuuu
Wartawan   : Kompak nii yeee ?











»»  READMORE...

MODEL PEMBELAJARAN CTL

2. Pembelajaran Kontekstual
    ( Contextual Teaching and Learning )

Pengertian

Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.
CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.

Rasional

Dalam Contextual teaching and learning (CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka, bukan menghafalkan fakta. Disamping itu siswa belajar melalui mengalami bukan menghafal, mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikonstruksi oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman.

Pemikiran Tentang Belajar

Proses belajar anak dalam belajar dari mengalami sendiri, mengkonstruksi pengetahuan, kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Transfer belajar; anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan serta ketrampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. Siswa sebagai pembelajar; tugas guru mengatur strategi belajar dan membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru, kemudian memfasilitasi kegiatan belajar. Pentingnya lingkungan belajar; siswa bekerja dan belajar secara di panggung guru mengarahkan dari dekat.

Hakekat

Komponen pembelajaran yang efektif meliputi:
Konstruktivisme, konsep ini yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna atas pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu. Pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak secara tiba-tiba. Strategi pemerolehan pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan dengan seberapa banyak siswa mendapatkan dari atau mengingat pengetahuan.
Tanya jawab, dalam konsep ini kegiatan tanya jawab yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. Pertanyaan guru digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis dan mengevaluasi cara berpikir siswa, seangkan pertanyaan siswa merupakan wujud keingintahuan. Tanya jawab dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, siswa dengan guru, atau siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas.
Inkuiri, merupakan siklus proses dalam membangun pengetahuan/ konsep yang bermula dari melakukan observasi, bertanya, investigasi, analisis, kemudian membangun teori atau konsep. Siklus inkuiri meliputi; observasi, tanya jawab, hipoteis, pengumpulan data, analisis data, kemudian disimpulkan.
Komunitas belajar, adalah kelompok belajar atau komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Prakteknya dapat berwujud dalam; pembentukan kelompok kecil atau kelompok besar serta mendatangkan ahli ke kelas, bekerja dengan kelas sederajat, bekerja dengan kelas di atasnya, beekrja dengan masyarakat.
Pemodelan, dalam konsep ini kegiatan mendemontrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh, belajr atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. Guru memberi model tentang how to learn (cara belajar) dan guru bukan satu-satunya model dapat diambil dari siswa berprestasi atau melalui media cetak dan elektronik.
Refleksi, yaitu melihat kembali atau merespon suatu kejadian, kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal yang sudah diketahui, dan hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. Adapun realisasinya adalah; pertanyaan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu, catatan dan jurnal di buku siswa, kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran pada hari itu, diskusi dan hasil karya.
Penilaian otentik, prosedur penilaian yang menunjukkan kemampuan (pengetahuan, ketrampilan sikap) siswa secara nyata. Penekanan penilaian otentik adalah pada; pembelajaran seharusnya membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu, bukan pada diperolehnya informasi di akhr periode, kemajuan belajar dinilai tidak hanya hasil tetapi lebih pada prosesnya dengan berbagai cara, menilai pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa.

Penerapan CTL dalam pembelajaran

Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan engkonstruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan baru. Lakukan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua toipik. Kembangkan sifat keingin tahuan siswa dengan cara bertanya. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok). Hadirkan model sebagai contoh dalam pembelajaran. Lakukan refleksi pada akhir pertemuan. Lakukan penilaian otentik yang betul-betul menunjukkan kemampuan siswa.

STOP STRESS
INI JUGA UNTUK WANITA ..BU 

 Rumah Makan Tirta Alam terkenal sbg rumah makannya korpri di Pekalongan. Betapa tidak? hari itu kami serombongan makan siang bareng dengan rpmbongan Pejabat Tinggi di Pekalongan. Terbukti para Ajudan yang mayoriyas muda2 gagah, ganteng canti2 sedang sibuk mmpersiapkan ubo rampe yang diturunkan dari mobil dinas di wilayah tsb. 
Sambil melewati mereka saya menuju Urinoir 
" Waaah.. rapi sekali Bu ... untuk Bapak atau Ibu Bupati Bu.." sapaku sok akrab. 
" Oh.. inggih pak......" sambil rnwnoleh  kearahku. Alamaaak TOOBAAAAATT manis sekali senyum gadis ini meskipun dibalut uniform keki.
Sampai selesai hajatku di toiletpun senyum ramah itu masih membekas. Sambil membetulkan ikat pinggang aku keluar toilet. Dan ... betapa kagetnya aku ...cewek yg kugoda tadi berdiri sambil berkacak pingang ngomel " Pak.. Bapak tahu tidak.. ?
" Lho... ada apa mbak.. eh bu.?" sambil membetukan resleting

" Bapak bisa baca tulisan itu tidak ? Ini kan untuk wanita !! teriaknya sambil menunjk papan kecil di atas pintu toilet. ( di sana tertulis WANITA .. ups!!! rupanya aku salah masuk..)
" Lha emang mbak.. eh ibu tidak tahu yaaa. ... INIII... juga untuk wanita !!!" jawablku ketus menunjuk di resletting  sambil ngeloyor meningalkan ajudan yang tersipu malu malu...


salam tuk :
Hj St Parmi, Hj St Uyati, Hj St Yaroh,
Hj St Julekha, Hj St Maryati, Hj. St Patekha dan Hj St Rifati.
H. Ghoni, H Slamet. dan H Simbah.\



»»  READMORE...

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

1. Pembelajaran Koperatif ( Cooperative Learning ).


Pembelajaran koperatif diilhami oleh  fitrah manusis sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembagian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, maka siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, dan tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniatur dari kehidupan  bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. Model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkonstruksikan  konsep,  menyelesaikan persoalan, atau inkuiri.

Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif ( kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang, siawa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.

Secara singkat skenario  pembelajaran koperatif ini adalah informasi, pengarahan strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan
»»  READMORE...

Rabu, 02 Desember 2009

Model Pembelajaran Tematik

Ditinjau dari pengertiannya, pembelajaran adalah pengembangan pengetahuan, keterampilan, atau sikap baru pada saat seseorang individu berinteraksi dengan informasi dan lingkungan. Menurut Yunanto (2004:4), “Pembelajaran merupakan pendekatan belajar yang memberi ruang kepada anak untuk berperan aktif dalam kegiatan belajar.”
“Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraa” Depdiknas (2007:226). Selanjutnya menurut Kunandar (2007:311), “Tema merupakan alat atau wadah untuk mengedepankan berbagai konsep kepada anak didik secara utuh.” Dalam pembelajaran, tema diberikan dengan maksud menyatukan isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh, memperkaya perbendaharaan bahasa anak didik dan membuat pemmbelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek proses atau waktu, aspek kurikulum, dan aspek belajar mengajar. Jadi, pembelajaran tematik adalah pembelajatan terpadu yang menggunakan tema sebagai pemersatu materi yang terdapat di dalam beberapa mata pelajaran dan diberikan dalam satu kali tatap muka.
Pembelajaran tematik dikemas dalam suatu tema atau bisa disebut dengan istilah tematik
»»  READMORE...

MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

baba